Hasil Coppa Italia Fiorentina vs Benevento: La Viola Menang Telak 4-1 dan Melaju ke Babak Berikutnya Bola.my.id - Fiorentina membuka perja...
| Hasil Coppa Italia Fiorentina vs Benevento: La Viola Menang Telak 4-1 dan Melaju ke Babak Berikutnya |
Bola.my.id - Fiorentina membuka perjalanan kompetitif musim 2026-2027 dengan kemenangan meyakinkan atas Benevento. Bermain di Stadio Artemio Franchi, Firenze, La Viola menang 4-1 dalam laga sepak bola Italia pada babak 64 besar Coppa Italia. Albert Gudmundsson, Moise Kean, Luca Ranieri, dan Cher Ndour mencetak gol bagi tuan rumah, sedangkan Davide Lamesta membalas satu gol untuk Benevento. Skor akhir memang memperlihatkan jarak yang lebar, tetapi jalannya pertandingan lebih menarik daripada sekadar angka karena tim tamu justru lebih banyak menguasai bola dan melepaskan satu tembakan lebih banyak.
Pertandingan berlangsung Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 21.15 waktu Italia. Bagi pembaca Indonesia, laga dimulai Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 02.15 WIB. Perbedaan zona waktu tersebut menjelaskan mengapa sebagian layanan hasil olahraga mencantumkan tanggal 15 Agustus, sedangkan dokumen resmi pertandingan menggunakan 14 Agustus. Laga dipimpin wasit Gianluca Manganiello dan disaksikan 16.626 penonton. Kemenangan ini membawa Fiorentina melewati tahap yang dalam terminologi Italia disebut trentaduesimi di finale atau 1/32 final, yakni putaran yang diikuti 64 tim.
Ringkasan Hasil Fiorentina 4-1 Benevento
Kompetisi: Coppa Italia Frecciarossa 2026-2027, babak 64 besar
Hasil akhir: Fiorentina 4-1 Benevento
Skor babak pertama: Fiorentina 2-0 Benevento
Pencetak gol: Albert Gudmundsson 2, Moise Kean 35, Luca Ranieri 48, Cher Ndour 50, dan Davide Lamesta 54
Stadion: Stadio Artemio Franchi, Firenze, Italia
Wasit: Gianluca Manganiello
Penonton: 16.626
Kapasitas stadion yang dicantumkan penyedia data: 43.147
Empat gol Fiorentina lahir dalam rentang 49 menit pertandingan. Gudmundsson membuka skor ketika laga baru memasuki menit kedua, Kean menggandakan keunggulan pada menit ke-35, kemudian Ranieri dan Ndour mencetak dua gol cepat pada menit ke-48 dan ke-50. Benevento memperkecil ketertinggalan melalui Lamesta empat menit setelah gol keempat Fiorentina. Tidak ada gol tambahan sampai peluit akhir, sehingga hasil pertandingan sepak bola ini memastikan tim asuhan Fabio Grosso melaju tanpa memerlukan perpanjangan waktu ataupun adu penalti.
Susunan Awal dan Pendekatan Kedua Tim
Fiorentina Menggunakan Formasi 4-3-2-1
Fabio Grosso menurunkan David de Gea sebagai penjaga gawang. Empat pemain belakang terdiri atas João Mário, Radu Dragusin, Luca Ranieri, dan Víctor Valdepeñas. Nicolò Fagioli menjadi bagian dari tiga gelandang bersama Cher Ndour dan Marco Brescianini, sedangkan Albert Gudmundsson serta Arthur Atta bergerak di belakang Moise Kean. Struktur 4-3-2-1 ini memberi Fiorentina banyak pemain di koridor tengah, tetapi tetap menyediakan lebar permainan melalui pergerakan bek sayap dan perpindahan posisi para pemain yang berada di belakang penyerang.
Laga ini juga menjadi pertandingan resmi pertama Grosso sebagai pelatih Fiorentina. Sejumlah pemain menjalani debut kompetitif bersama La Viola, termasuk Dragusin, Valdepeñas, João Mário, dan Atta. Karena itu, pertandingan Coppa Italia tersebut bukan hanya tentang tiket ke fase berikutnya. Grosso memperoleh kesempatan awal untuk menguji hubungan antarlini, kecepatan tekanan setelah kehilangan bola, serta kemampuan para pemain baru menjalankan peran dalam pertandingan resmi yang memiliki konsekuensi langsung.
Benevento Bertumpu pada Formasi 4-2-3-1
Antonio Floro Flores memilih Gianmarco Vannucchi di bawah mistar. Leonardo Sernicola, Stefano Scognamillo, Luca Caldirola, dan Pietro Beruatto mengisi lini belakang. Mattia Maita berduet dengan Antonio Prisco sebagai gelandang poros. Di depan mereka, Davide Lamesta, Angelo Talia, dan Marco Giugliano mendukung Francesco Paolo Salvemini. Bentuk 4-2-3-1 tersebut membantu Benevento mengedarkan bola dengan sabar, tetapi sirkulasi yang tinggi tidak selalu menghasilkan akses bersih ke area paling berbahaya di depan gawang Fiorentina.
Jalannya Babak Pertama
Gudmundsson Membuka Skor pada Menit Kedua
Fiorentina hanya membutuhkan sekitar 65 detik untuk mengubah kedudukan. Tekanan awal tuan rumah memaksa Benevento kehilangan bola, kemudian Arthur Atta mengirim umpan ke area penalti. Bola yang sempat mengalami perubahan arah mencapai Gudmundsson di tiang jauh. Pemain asal Islandia tersebut menyelesaikan peluang dengan sundulan jarak dekat dan membawa Fiorentina unggul 1-0. Gol yang secara resmi tercatat pada menit kedua itu memperlihatkan nilai tekanan agresif: Fiorentina tidak perlu membangun serangan panjang untuk menciptakan peluang berkualitas tinggi.
Keunggulan cepat membuat pola pertandingan berubah. Benevento harus membawa lebih banyak pemain ke depan dan memegang bola dalam durasi lebih lama, sementara Fiorentina dapat memilih saat yang tepat untuk menekan atau menyerang ruang yang ditinggalkan. Tim tamu tetap mencoba mengembangkan permainan melalui Maita dan Prisco. Namun, ketika bola mendekati sepertiga akhir, pertahanan Fiorentina cukup disiplin dalam menutup jalur menuju Salvemini. Benevento memperoleh beberapa situasi tembakan, tetapi banyak upayanya datang dari posisi yang lebih jauh dari gawang.
Moise Kean Menggandakan Keunggulan
Sebelum gol kedua tercipta, João Mário sempat menguji Vannucchi melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Penjaga gawang Benevento menyentuh bola dan mengarahkannya ke mistar. Ancaman itu memberi gambaran tentang kontribusi ofensif João Mário dari sisi kanan. Pada menit ke-35, ia kembali terlibat dengan mengirim umpan silang menuju Kean. Penyerang Fiorentina itu menyesuaikan tubuhnya di tengah tekanan bek lawan, lalu mengarahkan penyelesaian kaki kanan ke sudut bawah untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Gol Kean lahir dari kombinasi waktu pergerakan dan kualitas umpan. Ia tidak menunggu bola dalam posisi statis, melainkan bergerak di antara bek untuk menciptakan ruang penyelesaian. João Mário juga melepaskan umpan pada saat pertahanan Benevento belum sepenuhnya siap mengontrol area di depan gawang. Sampai turun minum, keunggulan dua gol tetap bertahan. Bagi Fiorentina, skor tersebut mencerminkan efektivitas. La Viola tidak mendominasi penguasaan bola, tetapi lebih tajam ketika memasuki area penalti dan mampu mengubah momen penting menjadi gol.
Dua Gol Cepat Fiorentina pada Awal Babak Kedua
Grosso melakukan perubahan saat babak kedua dimulai dengan memasukkan Dodô untuk menggantikan João Mário. Tiga menit setelah jeda, Fiorentina memperbesar keunggulan melalui situasi bola mati. Umpan dari sepak pojok diteruskan Radu Dragusin ke tiang jauh, tempat Luca Ranieri berada dalam posisi ideal untuk menanduk bola dari jarak dekat. Gol pada menit ke-48 itu menunjukkan bahwa ancaman Fiorentina tidak terbatas pada transisi terbuka. Dua bek tengahnya mampu memanfaatkan duel udara dan penempatan posisi pada skema sepak pojok.
Benevento belum sempat memulihkan organisasi ketika gol keempat tercipta pada menit ke-50. Marco Brescianini bergerak ke area kiri penyerangan dan mengirim umpan tarik kepada Cher Ndour. Gelandang Fiorentina itu mengontrol bola di dekat batas kotak penalti, mengecoh penjaga dengan gerakan tubuh, lalu melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut bawah. Rangkaian tersebut membuat skor menjadi 4-0. Dua gol dalam waktu sekitar dua menit praktis mengubah sisa pertandingan dari pertarungan terbuka menjadi upaya Fiorentina mengelola keunggulan.
Davide Lamesta Membalas untuk Benevento
Benevento tidak berhenti menyerang setelah tertinggal empat gol. Pada menit ke-54, Pietro Beruatto mengalirkan bola kepada Davide Lamesta. Pemain yang beroperasi dari sisi kanan tersebut melepaskan tembakan kaki kiri mendatar dari luar kotak penalti. Bola bergerak menuju sudut bawah dan gagal dihentikan De Gea, sehingga kedudukan berubah menjadi 4-1. Gol ini memperlihatkan satu jalur yang beberapa kali digunakan Benevento, yakni membawa bola ke area luar kotak penalti lalu mencoba penyelesaian jarak menengah ketika akses menuju ruang enam belas meter terbatas.
Floro Flores segera menyegarkan timnya. David Okereke menggantikan Marco Giugliano dan Simone Verdi masuk untuk Antonio Prisco pada menit ke-55, kemudian Christian Kouan menggantikan Angelo Talia pada menit ke-56. Fiorentina merespons pada menit ke-58 dengan memasukkan Franco Mastantuono serta Christ Inao Oulaï untuk Gudmundsson dan Fagioli. Perubahan tersebut memberi tenaga baru di kedua sisi sekaligus menyediakan menit kompetitif bagi pemain yang memerlukan adaptasi terhadap pola permainan tim.
Arthur Atta kemudian meninggalkan lapangan dan digantikan Federico Croci pada menit ke-65. Oulaï menerima kartu kuning pada menit ke-70. Benevento melakukan dua pergantian terakhir ketika Edoardo Pierozzi dan Guglielmo Mignani menggantikan Sernicola serta Salvemini pada menit ke-77. Marin Pongračić masuk menggantikan Dragusin pada menit ke-87. Pietro Beruatto menjadi pemain Benevento yang menerima kartu kuning pada menit 90+2. Tidak ada kartu merah dalam pertandingan ini.
Analisis Statistik Fiorentina vs Benevento
Penguasaan Bola Tidak Sama dengan Kendali atas Peluang
Angka pertandingan menghadirkan gambaran yang tidak lazim untuk kemenangan 4-1. Fiorentina hanya mencatat 39 persen penguasaan bola, sedangkan Benevento mencapai 61 persen. Benevento juga melepaskan 15 tembakan, satu lebih banyak daripada 14 tembakan Fiorentina. Jika hanya membaca dua indikator tersebut, pembaca dapat mengira pertandingan berlangsung seimbang atau bahkan lebih banyak dikendalikan tim tamu. Akan tetapi, penguasaan bola mengukur durasi memegang bola, bukan lokasi, tekanan, ataupun mutu peluang yang dihasilkan dari setiap rangkaian serangan.
Perbedaan terlihat pada profil tembakan. Fiorentina menghasilkan 12 upaya dari dalam kotak penalti dan hanya dua dari luar kotak. Benevento memiliki pola sebaliknya: lima tembakan dari dalam kotak dan sepuluh dari luar. Tuan rumah juga mencatat tujuh tembakan tepat sasaran, sedangkan Benevento empat. Artinya, meskipun jumlah tembakan hampir sama, Fiorentina lebih sering menyelesaikan serangan dari zona yang dekat dengan gawang dan memaksa Vannucchi melakukan intervensi lebih banyak.
Nilai xG Mendukung Kualitas Peluang Fiorentina
Data expected goals mencatat Fiorentina 2,04 dan Benevento 0,99. Nilai xG tidak dimaksudkan untuk memprediksi skor secara pasti; ukuran tersebut memperkirakan probabilitas rata-rata sebuah tembakan menjadi gol berdasarkan karakteristik peluang. Empat gol Fiorentina dari xG 2,04 menunjukkan penyelesaian yang sangat efisien pada pertandingan ini. Sebaliknya, satu gol Benevento berada dekat dengan total xG 0,99. Perbedaan antara skor aktual dan xG menjelaskan mengapa hasil 4-1 tampak lebih lebar daripada selisih volume serangan kedua tim.
Fiorentina tercatat menciptakan dua peluang besar, sedangkan Benevento satu. La Viola juga menyentuh bola 21 kali di kotak penalti lawan, dibandingkan 17 sentuhan Benevento. Data itu memperkuat penjelasan bahwa efektivitas tuan rumah muncul dari kualitas akses dan ketepatan eksekusi. Gudmundsson menyelesaikan peluang dekat gawang, Kean memanfaatkan umpan silang, Ranieri mencetak gol dari bola mati, dan Ndour memperoleh ruang tembak setelah umpan tarik. Empat gol tersebut berasal dari pola berbeda, tetapi semuanya dibangun melalui akses yang lebih langsung ke zona berbahaya.
Benevento Unggul dalam Sirkulasi Umpan
Benevento melepaskan 559 operan dan menyelesaikan 518 di antaranya, sedangkan Fiorentina mencatat 355 operan dengan 321 yang akurat. Tingginya jumlah umpan tim tamu sejalan dengan dominasi penguasaan bola. Namun, banyak sirkulasi berlangsung sebelum pertahanan Fiorentina benar-benar terbuka. Tim tuan rumah dapat bertahan dalam blok yang lebih rapat, lalu menyerang dengan jumlah operan yang lebih sedikit. Dalam konteks ini, statistik sepak bola perlu dibaca sebagai hubungan antarindikator, bukan sebagai daftar angka yang berdiri sendiri.
Jumlah sepak pojok juga relatif seimbang, dengan Benevento memperoleh lima dan Fiorentina empat. Fiorentina melakukan tujuh pelanggaran, sementara Benevento sebelas. Kedua tim sama-sama menerima satu kartu kuning dan tidak kehilangan pemain karena kartu merah. Data tersebut menunjukkan bahwa laga tetap kompetitif secara fisik tanpa berkembang menjadi pertandingan yang penuh pelanggaran. Selisih skor terutama terbentuk dari ketajaman Fiorentina pada momen-momen penting, bukan dari keunggulan jumlah pemain atau dominasi total dalam setiap aspek.
Catatan penyelamatan memberi konteks tambahan. De Gea melakukan tiga penyelamatan dari empat tembakan tepat sasaran Benevento, sedangkan Vannucchi juga membuat tiga penyelamatan tetapi menghadapi tujuh tembakan tepat sasaran Fiorentina. Angka ini memperlihatkan perbedaan tekanan aktual pada kedua gawang. Vannucchi harus menghadapi lebih banyak bola yang menuju sasaran dari jarak dekat, sementara De Gea lebih sering berhadapan dengan upaya jarak jauh. Karena itu, jumlah penyelamatan yang sama tidak berarti tingkat kesulitan dan kualitas peluang yang sama persis.
Pemain yang Menentukan Pertandingan
Gudmundsson dan Kean Memberi Fondasi Kemenangan
Gudmundsson memengaruhi laga sejak awal. Selain mencetak gol pembuka, pergerakannya di belakang Kean membantu Fiorentina menghubungkan lini tengah dengan area serang. Gol cepatnya memberi tuan rumah kebebasan untuk bermain lebih selektif dan menunggu ruang. Kean kemudian memperbesar keunggulan pada saat Benevento berusaha menstabilkan permainan. Penyelesaiannya pada menit ke-35 memperlihatkan kemampuan membaca arah umpan silang sekaligus menjaga keseimbangan tubuh ketika berada dekat dengan bek.
Ranieri, Ndour, dan Brescianini Mengubah Awal Babak Kedua
Ranieri berkontribusi di dua sisi permainan. Ia menjaga struktur pertahanan bersama Dragusin dan mencetak gol ketiga melalui sundulan dekat gawang. Ndour juga tampil aktif dengan tiga tembakan, dua di antaranya mengarah ke sasaran, serta satu gol. Brescianini tidak tercatat sebagai pencetak gol, tetapi perannya penting dalam tekanan yang mendahului gol pertama dan umpan tarik untuk gol Ndour. Kontribusi tanpa bola dan keputusan pada fase penciptaan peluang membuat pengaruhnya lebih besar daripada yang terlihat hanya dari daftar pencetak gol.
Lamesta Menjadi Ancaman Utama Benevento
Davide Lamesta menjadi pemain Benevento yang paling konsisten mengancam. Ia melepaskan empat tembakan, tiga tepat sasaran, dan mencetak satu-satunya gol tim tamu. Golnya menjaga Benevento tetap memperoleh hasil konkret dari usaha menyerang yang menghasilkan 15 tembakan. Performa tersebut juga memperlihatkan bahwa Fiorentina masih memiliki bahan evaluasi, terutama dalam menghalangi tembakan dari sekitar kotak penalti dan menjaga intensitas setelah memperoleh keunggulan besar.
Makna Kemenangan bagi Fiorentina
Bagi Grosso, kemenangan ini menyediakan awal resmi yang positif. Empat pencetak gol berbeda menunjukkan bahwa sumber gol tidak hanya bergantung pada penyerang utama. Tim mencetak gol melalui tekanan tinggi, umpan silang, bola mati, dan umpan tarik. Keragaman tersebut dapat menyulitkan lawan karena Fiorentina memiliki lebih dari satu cara untuk mencapai gawang. Pada saat yang sama, satu pertandingan melawan Benevento belum cukup untuk menilai kestabilan sistem sepanjang musim, terlebih tim tamu mampu menguasai bola 61 persen dan menghasilkan beberapa ancaman pada babak kedua.
Debut para pemain baru juga memberi nilai tambahan. Dragusin terlibat dalam proses gol Ranieri, João Mário memberikan assist untuk Kean, sedangkan Atta menciptakan assist bagi Gudmundsson. Valdepeñas menyelesaikan pertandingan sebagai bagian dari pertahanan yang hanya kebobolan sekali. Mastantuono masuk pada menit ke-58 dan hampir menambah gol melalui tembakan kaki kiri dari luar kotak pada pengujung laga. Menit bermain tersebut membantu pemain baru memahami tempo pertandingan resmi dan tuntutan koordinasi dalam sistem Grosso.
Pelajaran yang Dapat Dibawa Benevento
Benevento meninggalkan Firenze dengan kekalahan, tetapi bukan tanpa indikator yang dapat dikembangkan. Tim asuhan Floro Flores berani mempertahankan penguasaan bola, mencatat akurasi umpan tinggi, dan tidak berhenti menyerang setelah skor menjadi 0-4. Masalah utamanya terletak pada perlindungan area penalti dan efisiensi serangan. Kebobolan pada menit kedua merusak rencana awal, sedangkan dua gol cepat setelah jeda memperlihatkan perlunya konsentrasi lebih baik pada bola mati serta fase setelah pergantian babak.
Di sisi menyerang, sepuluh dari 15 tembakan Benevento dilepaskan dari luar kotak penalti. Pola itu menandakan bahwa tim tamu sering berhasil mendekati sepertiga akhir, tetapi kesulitan menembus lapisan terakhir pertahanan. Lamesta mampu mengubah salah satu tembakan jarak menengah menjadi gol, namun mengandalkan penyelesaian seperti itu secara berulang bukan strategi dengan probabilitas tertinggi. Benevento perlu menciptakan lebih banyak umpan yang memotong garis, pergerakan tanpa bola di belakang bek, dan situasi yang memungkinkan Salvemini atau pemain pengganti menerima bola lebih dekat ke gawang.
Lawan Fiorentina pada Babak Selanjutnya
Setelah memenangi laga ini, Fiorentina akan menghadapi pemenang pertandingan Pisa melawan Empoli pada tahap berikutnya. Pertemuan tersebut akan menghasilkan duel sesama tim Toscana bagi La Viola. Identitas lawan belum dapat dipastikan ketika laga Fiorentina versus Benevento selesai karena Pisa dan Empoli baru dijadwalkan bermain pada 17 Agustus 2026. Pembaca dapat mengikuti pembaruan jadwal pertandingan sepak bola untuk mengetahui tim yang akhirnya memperoleh tiket menghadapi Fiorentina.
Kemenangan 4-1 menempatkan Fiorentina dalam posisi yang baik untuk melanjutkan perjalanan di Coppa Italia 2026-2027. Hasil tersebut dibangun melalui gol cepat, efisiensi penyelesaian, variasi pola serangan, dan kontribusi pemain baru. Benevento menunjukkan bahwa penguasaan bola dan jumlah tembakan dapat membuat pertandingan tetap menantang, tetapi Fiorentina lebih baik dalam mengubah akses ke kotak penalti menjadi peluang bernilai tinggi. Fokus La Viola berikutnya adalah mempertahankan ketajaman itu sambil memperbaiki kontrol ketika lawan memegang bola dalam waktu lama.
Catatan Data Pertandingan
Skor, pencetak gol, susunan awal, pergantian pemain, perangkat pertandingan, tanggal, dan waktu merujuk pada laporan resmi Lega Serie A. Angka xG, penguasaan bola, jumlah tembakan, peluang besar, dan sentuhan di kotak penalti mengikuti data pertandingan FotMob. Penyedia statistik dapat menghasilkan perbedaan kecil karena metode pembulatan dan definisi peluang besar yang tidak selalu sama.