Hasil Belgia vs Mesir 1-1 di Piala Dunia 2026: Gol Bunuh Diri Selamatkan The Red Devils dari Kekalahan Bola.my.id - Pertandingan fase per...
| Hasil Belgia vs Mesir 1-1 di Piala Dunia 2026: Gol Bunuh Diri Selamatkan The Red Devils dari Kekalahan |
Bola.my.id - Pertandingan fase pertama World Championship atau Piala Dunia 2026 menghadirkan duel sengit antara Belgia dan Mesir. Laga yang berlangsung di Stadion Lumen, Seattle, pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 02.00 WIB tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin pada pertandingan pembuka mereka.
Belgia yang datang dengan status tim peringkat kesembilan dunia versi FIFA sebenarnya lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan. Sementara itu, Mesir yang berada di posisi ke-29 FIFA tampil tanpa rasa takut dan mampu memberikan perlawanan yang sangat ketat sepanjang 90 menit pertandingan.
Dengan dukungan 66.775 penonton yang memadati stadion berkapasitas 72.000 kursi, duel antara dua wakil Eropa dan Afrika ini berlangsung menarik. Kedua tim saling bertukar serangan dan sama-sama menciptakan peluang berbahaya. Statistik pertandingan bahkan memperlihatkan keseimbangan yang cukup mencolok, baik dari sisi jumlah tembakan, peluang emas, hingga nilai expected goals (xG).
Babak Pertama: Mesir Kejutkan Belgia Lewat Gol Emam Ashour
Sejak peluit pertama dibunyikan wasit asal Brasil, Ramon Abatti, Belgia langsung mencoba mengambil alih kendali permainan. Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Jeremy Doku menjadi motor serangan tim berjuluk The Red Devils. Namun, disiplin lini belakang Mesir membuat sejumlah peluang awal Belgia gagal menghasilkan gol.
Pada menit ke-13, pertandingan sempat dihentikan sesaat setelah Mostafa Attia mendapatkan pelanggaran akibat melakukan tekel yang dinilai berbahaya. Hanya berselang satu menit, pemain Belgia Timothy Castagne juga menerima hukuman setelah dianggap melakukan pelanggaran dengan memegang lawan.
Meski berada di bawah tekanan, Mesir justru berhasil mencuri keunggulan lebih dahulu pada menit ke-20. Berawal dari kerja sama apik di lini tengah, Mohamed Salah mengirimkan umpan matang yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Emam Ashour. Gelandang kreatif Mesir itu melepaskan penyelesaian klinis yang gagal diantisipasi penjaga gawang Belgia.
Gol tersebut membuat kubu Mesir semakin percaya diri. Mereka bermain lebih tenang dan sesekali melancarkan serangan balik cepat yang cukup merepotkan pertahanan Belgia. Di sisi lain, Belgia mencoba meningkatkan intensitas serangan melalui pergerakan De Bruyne dan Doku, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal menyamakan kedudukan.
Pada menit ke-34, Ahmed Fatouh harus menerima kartu akibat pelanggaran yang dilakukan saat menghentikan laju pemain Belgia. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Mesir.
Belgia Lakukan Perubahan pada Awal Babak Kedua
Memasuki paruh kedua pertandingan, pelatih Belgia langsung melakukan penyegaran di dalam skuad. Pada menit ke-56, Nicolas Raskin masuk menggantikan Timothy Castagne, sementara Maxim De Cuyper diturunkan untuk menggantikan Amadou Onana.
Pergantian tersebut memberikan energi baru bagi permainan Belgia. Mereka mulai lebih agresif menekan pertahanan Mesir dan memaksa lawan bermain lebih dalam. Aliran bola dari lini tengah menjadi lebih cepat, sementara serangan dari kedua sisi lapangan semakin sering mengancam gawang Mesir.
Mesir tetap mencoba mempertahankan organisasi permainan yang rapi. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga beberapa kali menciptakan peluang melalui serangan balik cepat yang dipimpin Mohamed Salah. Kecepatan dan visi bermain sang kapten beberapa kali membuat lini belakang Belgia berada dalam tekanan.
Gol Bunuh Diri Hany Mohamed Selamatkan Belgia
Tekanan tanpa henti yang dilakukan Belgia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-66. Namun, gol yang lahir bukan berasal dari aksi penyerang mereka, melainkan melalui gol bunuh diri pemain bertahan Mesir, Hany Mohamed.
Dalam situasi kemelut di depan gawang, upaya pemain Belgia untuk mengirim bola ke area berbahaya justru mengenai Hany Mohamed sebelum masuk ke gawang sendiri. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan membangkitkan semangat para pemain Belgia untuk memburu kemenangan.
Pada menit yang sama, pelatih Belgia juga memasukkan Romelu Lukaku untuk menggantikan Charles De Ketelaere. Kehadiran Lukaku di lini depan diharapkan mampu memberikan daya gedor tambahan sekaligus memanfaatkan bola-bola silang yang terus dikirimkan dari sektor sayap.
Setelah skor imbang, pertandingan berjalan semakin terbuka. Belgia meningkatkan tekanan, sedangkan Mesir tetap berusaha mencari celah melalui serangan balik cepat. Kedua tim sama-sama memiliki peluang emas untuk mencetak gol kedua, tetapi penyelesaian akhir dan penampilan disiplin para pemain belakang membuat tidak ada tambahan gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Pergantian Pemain dan Jalannya Laga
Babak kedua juga diwarnai sejumlah pergantian pemain dari kedua tim. Mesir memasukkan Rami Rabia menggantikan Emam Ashour pada menit ke-71 untuk memperkuat lini pertahanan dan menjaga keseimbangan permainan.
Kemudian pada menit ke-76, Zizo masuk menggantikan Mohamed Ziko, sementara Hassan Abdelkarim diturunkan menggantikan Mohamed Salah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebugaran tim sekaligus mempertahankan ancaman dari sektor serangan.
Belgia juga melakukan rotasi pada menit ke-86 dengan memasukkan Matias Fernandez-Pardo menggantikan Jeremy Doku serta Hans Vanaken yang menggantikan Kevin De Bruyne. Pergantian ini bertujuan menambah kreativitas sekaligus menjaga tempo permainan hingga akhir laga.
Sementara itu, Mesir melakukan dua pergantian terakhir pada menit ke-88. Adel Ibrahim masuk menggantikan Fathy H., sedangkan Karim Hafez menggantikan Ahmed Fatouh. Kedua pelatih tampak berusaha memaksimalkan sisa waktu pertandingan untuk mengamankan hasil terbaik.
Statistik Pertandingan Belgia vs Mesir
Jika melihat statistik pertandingan, duel ini berlangsung sangat berimbang. Belgia memang sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola dan kualitas peluang, tetapi Mesir mampu mengimbangi dari sisi efektivitas serangan.
Berikut statistik utama pertandingan Belgia kontra Mesir:
Penguasaan Bola
- Belgia: 54%
- Mesir: 46%
Belgia berhasil mendominasi penguasaan bola dengan persentase 54 persen. Namun, dominasi tersebut tidak sepenuhnya mampu diterjemahkan menjadi keunggulan skor.
Expected Goals (xG)
- Belgia: 1,35
- Mesir: 1,08
Nilai expected goals menunjukkan bahwa Belgia sedikit lebih unggul dalam menciptakan peluang berkualitas. Meski demikian, Mesir juga mampu menghasilkan peluang berbahaya yang membuat pertahanan lawan bekerja keras.
Total Tembakan
- Belgia: 15 tembakan
- Mesir: 14 tembakan
Perbedaan jumlah percobaan kedua tim sangat tipis. Hal ini menunjukkan pertandingan berlangsung terbuka dan kedua kubu sama-sama berani mengambil inisiatif menyerang.
Peluang Besar
- Belgia: 2
- Mesir: 2
Kedua tim sama-sama menciptakan dua peluang besar sepanjang pertandingan. Ini menjadi bukti bahwa laga berjalan seimbang dan masing-masing memiliki kesempatan untuk meraih kemenangan.
Sentuhan di Kotak Penalti Lawan
- Belgia: 31 sentuhan
- Mesir: 27 sentuhan
Belgia sedikit lebih dominan dalam memasuki area pertahanan lawan. Akan tetapi, rapatnya lini belakang Mesir membuat banyak peluang mereka gagal dikonversi menjadi gol.
Performa Pemain Kunci Belgia
Kevin De Bruyne kembali menjadi otak permainan Belgia. Meskipun tidak mencatatkan gol ataupun assist, visi bermain dan distribusi bolanya membantu tim membangun banyak serangan. Sebelum digantikan Hans Vanaken pada menit ke-86, De Bruyne menjadi salah satu pemain dengan pengaruh terbesar di lapangan.
Jeremy Doku juga tampil aktif melalui akselerasi dari sisi sayap. Kecepatannya beberapa kali mampu menembus pertahanan Mesir, walaupun penyelesaian akhir maupun umpan terakhir belum mampu menghasilkan gol.
Sementara itu, Romelu Lukaku yang masuk pada babak kedua memberikan dimensi baru bagi serangan Belgia. Kehadiran striker bertubuh besar itu membuat lini belakang Mesir harus bekerja lebih keras mengawal duel-duel udara.
Di lini belakang, Maxim De Cuyper tampil cukup baik setelah masuk sebagai pemain pengganti. Ia membantu meningkatkan intensitas serangan dari sisi kiri sekaligus menjaga keseimbangan pertahanan.
Mohamed Salah dan Emam Ashour Bersinar untuk Mesir
Dari kubu Mesir, Mohamed Salah menjadi sosok yang paling menonjol. Penyerang andalan tersebut berkontribusi langsung dengan menciptakan assist untuk gol Emam Ashour pada menit ke-20. Selain itu, Salah beberapa kali menjadi titik awal serangan balik cepat yang membuat Belgia kesulitan.
Emam Ashour sendiri layak mendapatkan sorotan berkat penyelesaian akhirnya yang tenang saat membawa Mesir unggul. Sebelum digantikan Rami Rabia pada menit ke-71, Ashour menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Belgia.
Meski harus menerima hasil imbang akibat gol bunuh diri Hany Mohamed, penampilan lini belakang Mesir secara keseluruhan cukup solid. Mereka mampu membatasi efektivitas lini depan Belgia yang dihuni sejumlah pemain kelas dunia.
Atmosfer Stadion Lumen yang Spektakuler
Pertandingan Belgia melawan Mesir digelar di Stadion Lumen, Seattle, salah satu venue bergengsi pada ajang Piala Dunia 2026. Stadion dengan kapasitas 72.000 penonton tersebut dipenuhi oleh 66.775 suporter yang menciptakan atmosfer luar biasa sepanjang pertandingan.
Dukungan dari kedua kelompok pendukung membuat laga semakin hidup. Sorakan demi sorakan terdengar setiap kali tim kesayangan mereka melancarkan serangan. Antusiasme penonton menjadi salah satu bukti bahwa turnamen World Championship selalu menghadirkan daya tarik global yang luar biasa.
Dampak Hasil Imbang bagi Persaingan Grup
Hasil imbang 1-1 ini membuat Belgia dan Mesir sama-sama mengoleksi satu poin pada laga pembuka. Bagi Belgia, hasil ini tentu belum sesuai dengan harapan karena mereka diunggulkan untuk meraih tiga angka.
Sebaliknya, Mesir dapat memandang hasil ini sebagai modal positif. Berhasil menahan imbang salah satu tim unggulan dunia akan meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Persaingan di fase grup dipastikan semakin menarik karena setiap poin akan sangat menentukan langkah menuju babak berikutnya. Baik Belgia maupun Mesir harus mampu memaksimalkan laga-laga selanjutnya agar peluang lolos tetap terbuka.
Rangkuman Jalannya Pertandingan
Belgia memulai pertandingan dengan dominasi penguasaan bola, tetapi justru Mesir yang lebih dahulu mencetak gol melalui Emam Ashour pada menit ke-20 berkat assist Mohamed Salah. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Belgia melakukan sejumlah pergantian pemain untuk meningkatkan agresivitas permainan. Tekanan yang terus dilakukan akhirnya menghasilkan gol penyeimbang pada menit ke-66 melalui gol bunuh diri Hany Mohamed.
Sisa pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling bertukar serangan. Belgia memiliki peluang untuk membalikkan keadaan, begitu pula Mesir yang beberapa kali mengancam melalui serangan balik. Namun hingga laga berakhir, skor 1-1 tetap bertahan.
Hasil ini menjadi gambaran bahwa persaingan di World Championship berlangsung sangat kompetitif. Tim-tim unggulan tidak akan mudah mengalahkan lawan yang tampil disiplin dan memiliki organisasi permainan yang baik. Sementara bagi pecinta Sepak Bola dan penggemar Timnas, duel Belgia kontra Mesir ini menjadi salah satu pertandingan pembuka yang menyajikan drama, tensi tinggi, dan kualitas permainan yang layak dinikmati.