Buriram United Juara ASEAN Club Championship 2026 Setelah Taklukkan Selangor 2-1 di Final Bola.my.id - Klub raksasa Thailand, Buriram Uni...
Bola.my.id - Klub raksasa Thailand, Buriram United, sukses memastikan gelar juara ASEAN Club Championship 2026 setelah menundukkan wakil Malaysia, Selangor FC, dengan skor 2-1 pada leg kedua final yang berlangsung di Chang Arena, Buriram, Selasa malam 27 Mei 2026. Hasil tersebut membuat Buriram unggul agregat 3-1 setelah sebelumnya juga memenangkan leg pertama dengan skor tipis 1-0.
Pertandingan yang berlangsung di hadapan 30.889 penonton itu menghadirkan duel sengit antara dua kekuatan besar Asia Tenggara. Atmosfer stadion begitu panas sejak menit awal karena kedua tim sama-sama tampil agresif demi meraih trofi paling bergengsi di kawasan regional tersebut.
Dalam laga final ini, Buriram United memperlihatkan mental juara dan pengalaman mereka di kompetisi internasional. Meski sempat tertinggal lebih dahulu, tim tuan rumah mampu bangkit dan membalikkan keadaan melalui permainan disiplin serta kualitas individu pemain-pemain bintangnya.
Selangor FC Memulai Laga dengan Percaya Diri
Selangor FC datang ke Thailand dengan misi berat setelah kalah 0-1 pada leg pertama. Namun demikian, wakil Malaysia tersebut tetap menunjukkan keberanian untuk bermain menyerang sejak peluit pertama dibunyikan wasit asal Jepang, Hiroki Kasahara.
Pada menit-menit awal pertandingan, Selangor beberapa kali berhasil menekan pertahanan Buriram melalui kombinasi serangan cepat dari sisi sayap. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-18 ketika Bashah S. berhasil mencetak gol pembuka untuk tim tamu.
Gol itu lahir setelah skema serangan cepat yang membuat lini belakang Buriram kehilangan koordinasi. Bashah sukses memanfaatkan peluang dengan penyelesaian klinis yang tidak mampu dihentikan penjaga gawang tuan rumah. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Selangor dan agregat sementara menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin hidup. Selangor memperoleh momentum dan sempat meningkatkan intensitas tekanan mereka. Para pemain Buriram terlihat sedikit gugup karena tekanan dari lawan yang tampil penuh semangat.
Buriram Bangkit Lewat Suphanat Mueanta
Keunggulan Selangor ternyata tidak bertahan lama. Buriram United mampu merespons dengan cepat melalui penyerang muda berbakat Thailand, Suphanat Mueanta. Pada menit ke-27, Suphanat berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah menerima umpan matang dari kapten tim, Theerathon Bunmathan.
Gol tersebut menjadi titik balik penting dalam pertandingan. Buriram mulai mengendalikan tempo permainan dan memperlihatkan dominasi mereka dalam penguasaan bola. Kombinasi lini tengah yang dipimpin Bunmathan membuat Selangor mulai kesulitan mengembangkan permainan.
Sebelum gol penyama kedudukan terjadi, Buriram sempat mengalami masalah ketika pemain bertahan Pansa Hemviboon mengalami cedera pada menit ke-29. Situasi itu sempat membuat organisasi pertahanan tuan rumah sedikit terganggu.
Namun demikian, pengalaman para pemain senior Buriram membuat mereka tetap tenang menghadapi tekanan. Dukungan puluhan ribu suporter di Chang Arena juga memberikan energi tambahan bagi skuad tuan rumah untuk terus menekan lawan.
Dominasi Buriram di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Buriram tampil jauh lebih agresif dibandingkan 45 menit pertama. Mereka terus menekan pertahanan Selangor melalui serangan dari berbagai sisi lapangan.
Dominasi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55. Kapten tim sekaligus pemain veteran Thailand, Theerathon Bunmathan, berhasil mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Buriram unggul 2-1.
Gol Bunmathan menjadi salah satu momen paling penting dalam pertandingan final ini. Tendangan akurat yang dilepaskannya gagal diantisipasi lini pertahanan maupun penjaga gawang Selangor. Stadion Chang Arena langsung bergemuruh merayakan keunggulan tim kesayangan mereka.
Setelah unggul, Buriram semakin percaya diri dalam mengendalikan jalannya pertandingan. Mereka memainkan tempo dengan sangat baik sambil tetap menciptakan ancaman ke lini belakang lawan.
Sementara itu, Selangor mencoba melakukan beberapa pergantian pemain demi meningkatkan daya serang. Jeon Seung-Min masuk menggantikan Bashah S. yang mengalami cedera pada menit ke-63.
Pelatih Selangor juga memasukkan beberapa pemain tambahan seperti Fortes A., Ajmal M., dan Haiqal H. untuk memberikan variasi serangan. Akan tetapi, solidnya pertahanan Buriram membuat berbagai upaya tersebut gagal membuahkan hasil.
Pertandingan Berjalan Panas Menjelang Akhir Laga
Memasuki 15 menit terakhir pertandingan, tensi laga semakin meningkat. Kedua tim terlibat duel keras di lini tengah demi memperebutkan dominasi permainan.
Beberapa kartu kuning mulai bermunculan akibat tingginya intensitas pertandingan. Fortes A., Boumous H., hingga Chrigor Moraes menjadi beberapa pemain yang mendapatkan perhatian dari wasit.
Buriram sempat mencetak gol tambahan pada masa injury time melalui Robert Zulj pada menit 90+2. Namun setelah dilakukan tinjauan VAR, gol tersebut dianulir karena terjadi pelanggaran dalam proses serangan.
Keputusan tersebut membuat pertandingan semakin dramatis. Selangor mencoba memanfaatkan sisa waktu untuk mengejar gol penyama kedudukan, tetapi pertahanan Buriram tetap tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.
Pada akhirnya, skor 2-1 untuk kemenangan Buriram United bertahan hingga akhir pertandingan. Hasil tersebut memastikan klub Thailand itu meraih gelar juara dengan agregat 3-1.
Statistik Menunjukkan Keunggulan Buriram United
Jika melihat statistik pertandingan, Buriram United memang tampil lebih dominan dibandingkan Selangor FC. Wakil Thailand itu mencatatkan penguasaan bola sebesar 54 persen, sementara Selangor hanya memiliki 46 persen.
Dalam hal peluang, Buriram juga lebih efektif. Mereka mencatatkan total 17 tembakan sepanjang pertandingan, sedangkan Selangor menghasilkan 11 percobaan.
Buriram turut unggul dalam expected goals (xG) dengan angka 1,37 dibandingkan Selangor yang hanya mencatat 0,57. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Buriram mampu menciptakan peluang yang lebih berkualitas.
Selain itu, Buriram juga mendominasi sentuhan di kotak penalti lawan dengan total 30 kali, sedangkan Selangor hanya mencatatkan 24 sentuhan.
Kualitas penguasaan pertandingan yang lebih baik membuat Buriram layak keluar sebagai pemenang dalam laga final ini.
Peran Penting Theerathon Bunmathan
Salah satu pemain paling berpengaruh dalam pertandingan ini tentu saja Theerathon Bunmathan. Pemain senior Thailand tersebut tampil luar biasa sepanjang laga.
Selain memberikan assist untuk gol pertama Suphanat Mueanta, Bunmathan juga mencetak gol kemenangan yang memastikan Buriram menjadi juara.
Pengalaman dan kepemimpinan Bunmathan terlihat sangat penting dalam mengatur tempo permainan tim. Ia mampu menjaga keseimbangan permainan sekaligus menjadi motor serangan Buriram sepanjang pertandingan.
Tidak hanya dalam aspek menyerang, Bunmathan juga aktif membantu pertahanan ketika Selangor mencoba membangun tekanan. Penampilan komplet tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik dalam final kali ini.
Suphanat Mueanta Kembali Menjadi Andalan
Selain Bunmathan, Suphanat Mueanta juga tampil impresif di laga final. Penyerang muda Thailand itu kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu talenta terbaik di kawasan Sepak Bola Asia Tenggara.
Gol yang dicetaknya pada menit ke-27 menjadi momentum kebangkitan Buriram. Kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan kemampuan penyelesaian akhir Suphanat membuat lini belakang Selangor kesulitan sepanjang pertandingan.
Sayangnya, Suphanat harus meninggalkan lapangan pada menit ke-78 akibat mengalami cedera. Ia kemudian digantikan oleh Lee-Oh S.
Meski tidak bermain penuh hingga akhir laga, kontribusi Suphanat sangat besar dalam membantu Buriram meraih kemenangan penting ini.
Atmosfer Luar Biasa di Chang Arena
Chang Arena menjadi saksi kesuksesan besar Buriram United di depan pendukung mereka sendiri. Stadion berkapasitas 32.600 penonton tersebut hampir penuh dengan total kehadiran mencapai 30.889 suporter.
Dukungan luar biasa dari fans memberikan semangat tambahan bagi para pemain Buriram sepanjang pertandingan. Sorakan suporter terus terdengar sejak awal hingga akhir laga.
Atmosfer panas di stadion juga menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap perkembangan kompetisi klub di Asia Tenggara. Final ASEAN Club Championship kali ini menjadi salah satu pertandingan regional dengan perhatian publik yang sangat tinggi.
Buriram Semakin Mengukuhkan Dominasi di Asia Tenggara
Keberhasilan memenangkan ASEAN Club Championship 2026 semakin memperkuat status Buriram United sebagai salah satu klub terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Buriram memang terus menunjukkan konsistensi luar biasa baik di kompetisi domestik maupun turnamen internasional regional.
Investasi klub dalam pengembangan pemain, fasilitas, dan kualitas tim terbukti menghasilkan prestasi yang konsisten. Buriram kini menjadi model klub profesional yang sukses di kawasan ASEAN.
Keberhasilan mereka menjuarai kompetisi ini juga memperlihatkan kualitas sepak bola Thailand yang terus berkembang dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Selangor Tetap Patut Mendapat Apresiasi
Meski gagal menjadi juara, Selangor FC tetap layak mendapatkan apresiasi atas perjuangan mereka sepanjang turnamen.
Wakil Malaysia tersebut menunjukkan semangat juang tinggi dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada Buriram United di partai final.
Gol cepat yang dicetak Bashah S. sempat membuat pertandingan berjalan sangat menarik. Selangor juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya yang nyaris mengubah jalannya laga.
Namun pengalaman serta kualitas skuad Buriram akhirnya menjadi faktor pembeda dalam pertandingan ini.
Bagi Selangor, pencapaian hingga final tetap menjadi modal penting untuk membangun kekuatan tim di masa depan. Mereka memperlihatkan bahwa klub Malaysia masih mampu bersaing di level tertinggi kompetisi regional ASEAN.
Final ASEAN Club Championship Berlangsung Sukses
Laga final ASEAN Club Championship 2026 antara Buriram United dan Selangor FC berlangsung dengan kualitas pertandingan yang sangat baik. Duel dua tim besar Asia Tenggara ini menghadirkan drama, gol, tensi tinggi, hingga atmosfer stadion yang luar biasa.
Keberhasilan Buriram menjadi juara sekaligus menutup turnamen dengan catatan impresif. Mereka menunjukkan kualitas sebagai tim paling konsisten sepanjang kompetisi.
Sementara itu, Selangor juga berhasil memberikan hiburan menarik bagi para pencinta sepak bola Asia Tenggara melalui permainan penuh semangat yang mereka tampilkan di final.
Kompetisi ASEAN Club Championship sendiri semakin memperlihatkan perkembangan positif sebagai ajang yang mampu meningkatkan level persaingan klub-klub di kawasan regional.